Itinerary ini menggabungkan Tokyo dan Kyoto dengan tempo sedang — cukup waktu untuk melihat tempat utama, tapi juga menyelipkan hidden gems yang dipakai warga lokal.
Catatan: budget di bawah adalah estimasi untuk satu orang, tidak termasuk tiket pesawat. Kurs acuan 1 JPY ≈ Rp114 (6 November 2026, kurs transaksi BI). Jepang hanya bebas visa untuk pemegang e-paspor yang sudah mendaftar visa waiver lewat Kedutaan/Konsulat Jepang, maksimal 15 hari.
Ringkasan budget
| Pos | Hemat | Nyaman |
|---|---|---|
| Penginapan (6 malam) | Rp4.500.000 | Rp8.000.000 |
| Makan (7 hari) | Rp2.500.000 | Rp4.000.000 |
| Transportasi (kereta) | Rp2.500.000 | Rp3.500.000 |
| Atraksi & lain-lain | Rp2.500.000 | Rp2.500.000 |
| Total | ±Rp12.000.000 | ±Rp18.000.000 |
Hari 1 — Tiba di Tokyo
Pagi–siang: Tiba di Narita atau Haneda. Beli kartu Suica/Pasmo dan naik kereta ke hotel.
Sore: Jalan santai di sekitar hotel untuk orientasi.
Malam: Makan malam di konbini atau kedai lokal dekat hotel. Istirahat setelah perjalanan panjang.
Hari 2 — Tokyo lama (Yanaka)
Pagi: Yanaka Ginza — pasar gang era Edo. Cari tujuh patung kucing kayu.
Siang: Makan siang di kedai lokal di Yanaka. Coba gorengan dan kudapan jalanan.
Sore: Yuyake Dandan (tangga matahari terbenam), lalu jalan ke Kuil Nezu.
Malam: Kembali ke pusat kota. Makan malam di kawasan Ueno.
Hari 3 — Kafe & buku
Pagi: Kiyosumi Shirakawa — kafe dan roastery kopi di bekas gudang.
Siang: Makan siang di sekitar Kiyosumi. Gabungkan dengan Taman Kiyosumi.
Sore: Jinbocho Book Town — kawasan toko buku bekas terbesar di dunia.
Malam: Coba kari legendaris di Jinbocho, lalu ngopi di kedai bergaya Showa.
Hari 4 — Pindah ke Kyoto
Pagi: Naik Shinkansen dari Tokyo ke Kyoto (±2 jam 15 menit).
Siang: Tiba di Kyoto, simpan bagasi, lalu makan siang di sekitar Stasiun Kyoto.
Sore: Demachi Masugata Shopping Street — pasar gang yang dipakai warga.
Malam: Jalan santai di tepi Sungai Kamo. Makan malam di kawasan Pontocho.
Hari 5 — Kyoto utara
Pagi: Shisen-do — vila gunung dengan taman kering yang tenang.
Siang: Makan siang di sekitar Ichijoji.
Sore: Genko-an — kuil dengan “Jendela Pencerahan” dan “Jendela Kebingungan”.
Malam: Kembali ke pusat kota. Makan malam santai.
Hari 6 — Jalur filsuf & Gion
Pagi: Philosopher’s Path — jalur jalan kaki di tepi kanal.
Siang: Makan siang di sekitar Ginkaku-ji.
Sore: Kennin-ji — kuil Zen tertua di Kyoto, di tengah Gion.
Malam: Jalan santai di Gion. Hormati privasi warga dan jangan memotret tanpa izin.
Hari 7 — Santai & pulang
Pagi: Sarapan santai. Kalau ada waktu, kunjungi satu taman atau kuil kecil.
Siang: Belanja suvenir di Stasiun Kyoto, lalu naik Shinkansen kembali ke Tokyo (atau langsung ke bandara sesuai rute).
Sore: Menuju bandara. Sisakan minimal 3 jam sebelum penerbangan internasional.
Tips solo traveler
- Beli kartu IC (Suica/Pasmo) di hari pertama.
- Bawa uang tunai — banyak tempat kecil belum menerima kartu.
- JR Pass berguna kalau banyak naik Shinkansen; hitung dulu apakah hemat.
- Pakai sepatu nyaman — banyak jalan kaki dan tangga.
- Belajar 5–10 kata Jepang — “sumimasen” dan “arigatou” membuka banyak pintu.
- Jangan makan sambil berjalan di area tertentu — ikuti kebiasaan setempat.