Penang paling enak dijelajahi dengan kaki. Itinerary ini fokus pada George Town — kota warisan dunia — dengan tempo santai dan banyak berhenti makan.
Catatan: budget di bawah adalah estimasi untuk satu orang, tidak termasuk tiket pesawat. Kurs acuan 1 MYR ≈ Rp4.448 (6 November 2026, kurs transaksi BI).
Ringkasan budget
| Pos | Hemat | Nyaman |
|---|---|---|
| Penginapan (2 malam) | Rp400.000 | Rp1.000.000 |
| Makan (3 hari) | Rp300.000 | Rp600.000 |
| Transportasi | Rp150.000 | Rp300.000 |
| Atraksi & lain-lain | Rp550.000 | Rp700.000 |
| Total | ±Rp1.400.000 | ±Rp2.600.000 |
Hari 1 — Tiba & George Town
Pagi–siang: Tiba di Bandara Penang. Grab ke hotel di George Town.
Sore: Jalan kaki di Kawasan Warisan George Town — gang sempit, rumah toko Peranakan, dan mural. Masuk ke lorong kecil untuk suasana yang lebih tenang.
Malam: Makan malam di Pin Hua Le Le (lok-lok swalayan) atau food street sekitar. Coba saus satay-nya.
Hari 2 — Jeti, bukit, dan kuil
Pagi: Chew Jetty — jeti klan yang masih dihuni keturunan nelayan.
Siang: Grab ke Air Itam. Naik Bukit Bendera dengan funikular, lalu makan siang di sekitar.
Sore: Kuil Kek Lok Si — kuil Buddha terbesar di Malaysia.
Malam: Pasar Malam Gurney Drive — deretan gerai makanan di tepi laut. Datang sebelum jam 19.00.
Hari 3 — Bar tersembunyi & pulang
Pagi: Taman Botani Penang — jalan pagi di taman teduh.
Siang: Makan siang di George Town, lalu belanja suvenir.
Sore: Kalau ada waktu, mampir ke Good Friends Never Bojio (bar tersembunyi di balik kedai runcit) sebelum ke bandara.
Malam: Menuju bandara. Sisakan minimal 3 jam sebelum penerbangan internasional.
Tips solo traveler
- Jalan kaki adalah cara terbaik menjelajahi George Town.
- Bawa payung — hujan sering datang tiba-tiba.
- Bawa uang tunai kecil untuk gerai makanan.
- Grab murah untuk tempat yang lebih jauh seperti Air Itam.
- Datang pagi ke tempat populer untuk menghindari keramaian.